IMPOR BAJA OTOMOTIF DAPAT DITEKAN

Cinque Terre

IMPOR BAJA OTOMOTIF DAPAT DITEKAN

PT. Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNNS) dapat menekan impor bahan baku baja gulung untuk industri otomotif

Kementerian Perindustrian mengharapkan pabrik PT. Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) menekan impor bahan baku baja gulung untuk industri otomotif. Harjanto, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, menuturkan saat ini sebagian besar baja komponen utama untuk industri otomotif dipenuhi melalui impor. Komponen utama yang masih diimpor ini meliputi sasis, mesin, dan karoseri, sedangkan komponen lainnyan telah dipenuhi oleh industri nasional.

  Hal ini (pengoperasian KNSSN) memacu pengoptimalan terhadap kandungan dalam negeri (TKDN) kata Harjanto saat peresmian pabrik Galvanizing, Annealing and ProccssingLien KNSS di Cilegon, Banten, Selasa (7/8). Harjanto mengatakan, kebutuhan industri otomotif untuk jenis baja Hot Rolled Steel Coil (HRC), Cold Rolled Steel Coil (CRC), Galvanized Steel mencapai 2 juta ton  per tahun. Dengan beroperasinya pabrik ini, ujarnya kapasitas prduksi baja otomotif di Tanah Air mencapai  1 juta ton. Dia Mengatakan, sejumlah produsen baja sejenis sudah sudah beroperasi terlebih dahulu.

  Kapasitas (KNSS) sebesar 480.000 ribu ton per tahun, sekarang sudah mencapai 200.000 ton per tahun  ke depan diharapkan terus mengurangi ketergantungan impor serupa. KNSS merupakan perusahaan patungan antara Nippon Steel & Sumitomo  Metal Corporation dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dengan kemilikan masing -masing sebesar 80% dan 20%. Adapun untuk membangun pabrik ini, KNSS mengucurkan investasi sebesar US$300 juta. Pabrik yang  dibangun  sejak 2012 tersebut menyerap tenaga kerja 280 orang.

  Direktur KNSS Djoko Muljono menyampaikan bahwa pihaknya berupaya  memenuhi standar industri otomotif nasional agar produk perusahaan dapat diterima pasar dalam negeri. Dia mengatakan, tehnologi KNSS mampu menghasilkan lembaran baja yang bekualitas  dan bermutu tinggi untuk menghadapi keburuhan baja  berstandar tinggi, KNNS optimis produk-produk yangdihasilkan aakan diterima  oleh pasar domestik maupun luar negeri. Sbelumnya,  menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan akan melindungi pasar industri baja di dalam negeri dari serbuan produk impor seiring dengan peningkatan kapasitas produksi di tingkat global. ( Bisnis Indonesia, 07 Agustus 2018) Sal-Skretariat IISA.

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved