CHINA TELISIK PRODUSEN BAJA DI INDONESIA

Cinque Terre

CHINA TELISIK PRODUSEN BAJA DI INDONESIA

PASOKAN BAJA SEJUMLAH NEGARA MEMBANJIRI PASAR CHINA

Tiongkok gerah dengan membanjirnya  produk impor baja ringan tahan karat atau stainless steel di negara itu.Otoritas setempat memulai penyelidikan anti-dumping. Perusahaan asal Indonesia masuk dalam radar penyelidikan. Kementerian Perdagangan China, Senin (23/7), menyatakan akan melakukan penyelidikan anti-dumping pada produk stainless steel dan pelat stainless steel tahan panas dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan dan Indonesia, yang jumlahnya naik hampir tiga kali lipat tahun lalu. Direktur Eksekutif Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Hidayat Triseputro menjelaskan, ada kemungkinan dugaan membanjirnya produk dari Indonesia berasal dari hasil produksi stainless steel investor asal China di Morowali. Produk itu diekspor  ke China dan ternyata pemerintah China melihat ada indikasi unfair,” ungkap Hidayat kepada KONTAN, Senin (23/7).

   Menunjuk data PT Indonesia Morowali Indonesia Park (IMIP) selaku pengelola kawasan proyek baru di kawasan industri Morowali yang bergulir pada 2017-2018 antara lain pabrik stainless steel  PT Sulawesi Mining Investment untuk kapasitas produksi stainless steel slab sebesar 1 juta ton per tahun. Nilai investasi US$ 62 juta. . Selanjutnya, ada PT IMIP yangakan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan kapasitas 2x30 MW senilai US$ 500 juta.

  Kementerian Perindustrian mentat, kawasan industri Morowali dengan luas 2.000 hektar akan menarik investasi sebesar US$ 6 miliar atau Rp. 80 triliun dengan menyerap tenaga kerja langsung sekitar 26 ribu orang dan tidak langsung sebanyak 80.000 orang hinga tahun 2019. Selain itu, adapula industri smelter feronikel PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel dengan target kapasitas  600.000 ton per tahun dan stainless steel sebanyak 1 juta ton per tahun. Pelaksanaan Tugas (Pit) Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan menduga penyelidikan itu karena suplai dan permintaan di China  terganggu. Mengingat perusahaan China banyak berinvestasi di Indonesia dan membangun pabrik stainless steel di Indonesia sebagai basis produksi ekspor mereka. Stainless steel kita sudah diekspor ke seluruh dunia. Termasuk ke China. Saya masih cek lagi apakah itu dumping atau tidak,”ujar dia ke KONTAN.

  Sementara Direktur PT Krakatau Steel Tbk  Purwono Widodo menggapai, produksi carbon steel Krakatau Posco mencapai 1 juta ton per tahun. Dia menambhakan ekspor ke China tidak sebesar yang di klaim oleh otoritas yang disana. Jadi ya, tidak mungkin dua per tiga diimpor dari China. Barangkali presentasi kenaikannya yang dirasakan mereka cukup besar,” kata Purwono kepada KONTAN, Senin (23/7). ( KONTAN Selasa, 24 Juli 2018) Sal-Sekretariat IISIA

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved