IMPORTIR BAJA MULAI KELIMPUNGAN HADAPI DOLAR

Cinque Terre

IMPORTIR BAJA MULAI KELIMPUNGAN HADAPI DOLAR

Mahalnya Dolar Amerika Serikat membuat pelaku usaha baja kerepotan, sebab bahan baku industri baja sebagian besar dari impor.

Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia ( The Indonesian Iron and Steel Industry Association/IISIA) Hidayat Triseputro, mengatakan pelemahan rupiah yang terus terjadi membuat pelaku usaha kerepotan. Sebab bahan baku industri baja sebagian besar tergantung dari bahan impor. Produsen harus menjual ke pasar domestik dalam rupiah, sehingga harus menaikkan juga harga jualnya,' kata Hidayat kepada Tempo, kemarin. Persoalannya, kata dia, produsen tak semudah itu menaikkan harga jual produknya. Daya beli pasar tetap ada batasnya. Bahkan jika pelemahan terus berlanjut, Hidayat mengkhawatirkan kemampuan pasar membeli semakin tergerus. Pasar bisa saja memilih opsi menahan konsumen untuk menghindari resika. Pasar akan menunggu kurs dulu, sehingga transaksi akan menurun,"kata Hidayat.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia ( APINDO) Bidang Hubungan Internasional dan Investasi, Shinta Kamdani, daya saing industri Indonesia kini dipertaruhkan jika kondisi terpuruknya rupiah terus berlanjut tanpa ada upaya antisipasi yang memandai. Produk kita jadi kalah saing dengan negara lain  sehingga permintaan produksi turun. ( Koran Tempo 25 April 2018) Sal-Sekretariat IISIA) 

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved