PENGENAAN BEA MASUK ANTI DUMPING KAWAT BAJA CHINA

Cinque Terre

PENGENAAN BEA MASUK ANTI DUMPING KAWAT BAJA CHINA

Pengenaan bea masuk anti dumping untuk impor batang kawat dari China (steel wire rod) dikhawatirkan akan mengganggu industri hilir di dalam negeri.

Gabungan Industri Produk Kawat Baja Indonesia (GIPKABI) akan melakukan beberapa langkah sebagai tanggapan benerapan bea masuk anti dumping (BMAD) produk steel wie rod dari China. Ketua GIPKABI Ario N Setiantoro mengatakan penerapan BMAD tersebut salah kaprah dan tidak relevan karena pabrikan hulu domestik dinilai belum mampu memproduksi kawat baja, yang merupakan bahan baku industri produk kawat baja, dengan spesifikasi tertentu. Asosiasi juga menilai rekomendasi dari KADI salah dan tidak obyektif. Kami akan merespons penerapan BMAD tersebut, seperti menghitung dan melaporkan kepada Kementerian  Perindustrian, Kementerian Tenaga  Kerja dan pihak terkait tentang potensi dampak dari penerapan BMAD kawat bajaterhadap anggota kami. Aspek perhitungan yang akan dilaporkan tersebut antara lain dampak terhadap produksi dan tenaga kerja selepas penerapan BMAD kawat baja. 

GIPKABI juga meminta pemerintah untuk memberikan kopensasi dalam bentuk  lai, seperti bea masuk ditanggung pemerintah, tax holiday, atau insentif pajak lain terhadap industri  hilir produk kawat baja yang terdampak penerapan BMAD tersebut. Pada kesempatan terpisah, Menteri perindustrian  Airlangga Hartato menyambut positif BMAD bagi produk batang kawat baja asal China. Menurutnya, keputusan Komite Anti Dumping  Indonesia perlu didukung ,"kalau dikenakan bagus saja," katanya ketika ditemui di kawasan Istana Negara  Senin ( 9.4) Menurutnya, apabila terbukti terdapat dumping, maka industri batang kawat baja didalam negeri dapat terdampak. Sebagai gambaran , berdsarkan penjelasan dari pemerintah , keputusan untuk mengenakan  bea masuk anti dumping dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan Komite Anti Dumping Indonesia. Hasil penyelidikan lembaga ini menyebutkan bahwa telah terbukti terjadi dumping atas impor barang steel wire rod yang berasal dari China. ( Kontan Selasa, 10 April 2018) SAL-Sekretariat IISIA.  

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved