CHINA DAN JERMAN MENCARI JALAN HINDARI PERANG DAGANG

Cinque Terre

CHINA DAN JERMAN MENCARI JALAN HINDARI PERANG DAGANG

Negara-negara di dunia mulai menyusun strategi di tengah ancaman perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) yang akan mengenakan tarif impor baja dan aluminium.

Negara-negara di dunia mulai menyusun strategi di tengah ancaman perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) yang akan mengenakan tarif impor baja dan aluminium. Mengutip Reuters, Kanselir Jerman, Angela Merkel telah berkomunikasi dengan Presiden China, Xi Jinping untuk membahas dua hal, pertama, tentang sikap dunia merespon kebijakan  ekonomi AS yang makin lama makin cenderung protektif. Kedua, persoalan Korea Utara (Korut). Secara spesifik, Merkel mengungkapkan kekhawatirannya akan kelebihan pasokan (oversupply) baja Eropa bila Trump berihkukuh menerapkan kebijakan tarif  impor baja dan aluminium. Untuk mengatasi masalah tersebut , Xi setuju bekerjasama dengan Uni Eropa yang dimpin oleh Jerman untuk mengatasi potensi masalah kelebihan pasokan baja Eropa tersebut.

  Kerjasama yang usulkan oleh Xi adalah kerjasama dalam kerangka kerja negara-negara anggota G-20. Kedua pemimpin tersebut menekankan hubungan erat kedua negara , yang keduanya menghadapi menghadapi rencana penetapan tarif baja dan aluminium AS dan sepakat memperdalam kemitraan strategis tersebut,” ujar Juru bicara kanselir Jerman, Steffen Seibert. Lebuh lanjut, Merkel akan mengundang Xi pasca terpilih kembali sebagai Presiden China,  untuk membahas detail opsi kerjasama yang mungkin dilakukan. Xi pun demikian, ia akan mengundang Merkel secara pribadi ke China untuk pembahasan lebih lanjut. Jika pembicaraan mengenai kerjasama antara China dan Jerman berlangsung lancar, maka perang dagang mungkin bisa dihindari. Dus, ini akan meninggalkan AS terisolasi sendiri dengan segudang tarif impornya.

  Sementara Departemen Perdagangan AS akan menerima permintaan dari perusahaan-perusahaan AS yang ingin dapat pengecualian  produk pengenaan tarif impor baja dan aluminium yang akan mulai Senin (19/3). Kementerian Perdagangan AS mungkin akan menerima 4.500 permintaan perusahaan AS yang akan mencari pengecualian karena kebutuhan  besi dan aluminium yang tidak dapat dipenuhi oleh produsen di dalam negeri. Peninjauan permohonan ini perlu membutuhkan waktu hingga 90 hari. Adapun pengenaan tarif impor baja dan aluminium sudah akan dimulai pada 20 Maret 2018. ( KONTAN Senin, 19 Maret 2018 ) Sal – Sekretariat IISIA

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved