ISI AMUNISI HADAPI PERANG DAGANG

Cinque Terre

ISI AMUNISI HADAPI PERANG DAGANG

Indonesia harus menyiapkan aturan proteksi untuk antisipasi perang dagang

Genderang perang dagang atau trade war terdengar kian kencang. Beberapa negara merilis kebijakan proteksionisme agar produksi dalam negeri mereka terjaga. Tidak hanya di negara berkembang, negeri maju juga melakukan  tindakan pengamanan perdagangan. Terbaru adalah kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menerapkan tarif bea masuk sebesar 25% untuk baja impor dan 10% untuk produk aluminium. Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Indonesia harus waspada agar perang dagang ini tidak merugikan industri dalam negeri.  Beberapa upaya untuk membentengi dari membanjirnya produk impor harus segera dibuat. Purwono Widodo, Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel Tbk, mengatakan, efek domino kebijaka Pemerintah AS tersebut membuat pasar baja Tiongkok menyempit. Kemungkinan China akan mengalihkan lokasi ekspor Amerika Serikat  ke pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” ujar Purwono kepada KONTAN, Minggu, (11/3).

  Jika pengalihan ekspor terjadi , baja paduan China yang bebas  bea masuk anti dumping akan membanjiri Indonesia. Walhasil, perdagangan menjadi tidak adil. Menurut Purwono, bentuk perlindungan ideal adalah menegakkan aturan peningkatan penggunaan produksi  dalam negeri ( P3DN) dan prasyarat  tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Sementara, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) Haris Munandar mengatakan, salah satu opsi agar keran impor baja tidak terlalu tinggi adalah dengan membuat aturan tindakan pengamanan perdagangan ( safeguard).

  Namun, kebijakan ini masih akan dibahas dengan pemangku kepentingan terkait. Menurut Haris, setiap kebijakan perdagangan internasional akan selalu mengacu pada aturan yang berlaku di World Trade Organization (WTO). ( KONTAN Senin, 12 Maret 2018) Sal-Sekretariat IISIA

 

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved