AS NAIKKAN BEA IMPOR BAJA DAN ALUMINIUM

Cinque Terre

AS NAIKKAN BEA IMPOR BAJA DAN ALUMINIUM

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan mengumumkan kenaikan bea impor baja dan aluminium, pada Kamis (i/8) waktu setempat. Trump mengatakan , dua industri tersebut dan banyak industri

Trump tidak menyebut nama negara mana pun. Namun Gedung Putih diperkirakan mengumumumkan apakah akan menjatuhkan sanksi-sanksi lagi terhadap tiongkok, Rusia dan negara-negara lain yang memerangi kelebihan pasokan global. Wall Street  Journal melaporkan bahwa Trump sudah memanggil para eksekutif perusahaan baja dan aluminium AS. Industri baja dan aluminium kita selama berpuluh-puluh tahun dihancurkan  oleh perdagangan yang tidak adil kebijakan buruk dari negara-negara di seluruh dunia. Kita tidak boleh  membiarkan negara, perusahaaan, dan para pekerja kita dimanfaatkan  lagi kedepannya. Kita menginginkan perdagangan yang beba, adil, dan cerdas. Dari hasil penyelidikannya mengenai resiko keamanan  nasional dari kelebihan pasokan baja  serta aluminium global, Departemen Perdagangan AS sudah mengutarakan sejumlah opsi. Ini termasuk bea setidaknya 24% terhadap impor baja seluruh dunia serta bea berupaatas impor aluminium dati Tiongkok, Rusia, serta tiga negara lain.

  Opsi yang lain bisa berupa bea tinggi atau kuota atas impor  baja dan aluminium. Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan, impor murah telah membahayakan keamanan nasional AS karena membuat produksi dalam  negeri dapat bersaing. Langkah Trump kali ini akan menjadi salah satu tindakan terberatnya, karena berisiko menuai aksi balasan dari negara-negara sekutu maupun seteru AS. Menurut dua sumber di pemerintahan AS, Trump mengatakan ingin mengumumkan penerapan bea impor 25% untuk baja dan 10% untuk aluminium yang masuk dari sejumlah negara. Akan tetapi, salah satu sumber mengatakan jika rincian keputusanmasih bisa berubah dan ada kemungkinan memberikan pengecualian kepada beberapa negara.Presiden ke 45 AS ini juga dikabarkan telah mempertimbangkan berbagai pilihan untuk mengekang impor baja dan aluminium.

  Di sisi lain, langkah AS itu dapat memprovokasi aksi balasan dari Tiongkok-sebagai produsen baja dan aluminium terbesar di dunia-pada saat penasehat ekonomi Presiden Xi Jinping, Liu He diutus ke AS guna meredakan ketegangan. Negeri Tirai Bambu ini sendiri telah mengeluarkan penyelidikan terhadap tatanan Sorgum AS dan tengah mempelajari apakah akan membatasi pengiriman kedelai ke AS. Penyelidikan ini ditargetkan mengacaukan dukungan  yang diperoleh Trump di beberapa negara bagian penghasil pertanian yang penting secara politis.  Indek saham perusahaan -perusahaan baja Asia ikut merosot, yang mana harga saham Nippon Steel and Sumitomo Metal Corp, dan JFE Holdings Inc, melemah di bursa efek Tokyo. Harga saham Baoshan Iron and Steel Co melemah di bursa Shenzhen, sedangkan harga saham BlueScope Steel Ltd merosot di bursa Sydney.

  Kebijakan perdagangan di sektor-sektor khusus atau negara-negara biasanya tidak berdampak besar terhadap keseluruhan perdagangan global. Yang menjadikannya bahaya adalah jika negara-negara yang terkena dampak, seperti Tiongkok, Korea dan  Meksiko dalam kasus ini, memilih untuk melakukan pembalasan  dengan tindakan penanggulangan lebih kuat lagi. Namun kami merasa pembalasan apapun kemungkinan akan disesuaikan dan diukur karena tidak ada negera yang menginginkan hal ini menjadi isu perang dagang utama,” kata Chua Hak Bin, ekonom senior Maybank Kim Eng Research di Singapura.

  Tiongkok yang menyumnang sebagian kecil dari impor logam AS dituding telah membanjiri pasar global dan menurunkan harga. Amerika Serikat memilih solusi perdagangan yang terlalu banyak dan akan berdampak pada ketenagakerjaan di AS  dan kepentingan konsumen AS. Tiongkok akan mengambil tindakan yang tepat guna melindungi hak dan kepentingannya, “ ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying. ( Investor Daily) Sal-Sekretariat IISIA.

 

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved