HARGA BIJIH BESI MEROKET

Cinque Terre

HARGA BIJIH BESI MEROKET

Harga bijiH besi menguat ke level tertinggi dalam 10 bulan di tengah prediksi bahwa pembatasan pasokan baja di China terus berlanjut setelah musim dingin selesai, kondisi itu akan meningkatkan permint

Harga bijih besi menguat ke level tertinggi dalam 10 bulan di tengah prediksi bahwa pembatasan pasokan baja di China terus berlanjut setelah musim dingin selesai, kondisi itu akan meningkatkan permintaan terhadap bijih besi bermutu tinggi. Dilansir dari Bloomberg, harga bijih besi spot dengan kandungan 62% naik 1,1% menjadi US$79,65 per ton pada Senin (26/2), posisi tertinggi sejak 6 April 2017. Kenaikan itu diawali dengan pertumbuhan pergerakan di futures dengan kontrak di bursa Singapore Exchange ( SGX AsiaClear) naik 1,5% menjadi US$79,15 per ton yang juga catatan tertinggi sejak April tahun lalu.

  Selama ini, investor menilai permintaan bijih besi dipengaruhi kebijakan China sebagai konsumen utama yang terus mengampanyekan bebas polusi industri. Akibat kebijakan itu, industri baja di China memangkas belanja bahan bakusehingga berdampak mendorong peningkatan harga bijih besi berkualitas tinggi. Produksi bijih besi berkualitas untuk industri diantaranya dipasok dari perusahaan tambang raksasa Rio Tinto Group dan Vale SA. Informasinya, kedua perusahaan itu akan menerapkan pembatasan  produksi sampe dengan November mendatang.

  Analisa Commonwealth Bank of Australia Vivek Dhar mengatakan kondisi pembatasan kapasitas produksi oleh perusahaan-perusahaan pemasok bijih besi utama dunia itu berpotensi mengurangi volume persediaan sehingga tidak mampu memenuhi permintaan pasar. Potensi penurunan konsumsi di Tangshan (Kawasan Industri di China) dapat memberi sinyal pembatasan pemesanan lebih lanjut untuk mendukung produksi industri China utara setelah selesai musim dingin,” kata Dhar. Dia mengungkapkan bahwa harga baja kemungkinan mendapatkan dorongan dari tingkat utilisasi yang lebih rendah sehingga akan mendorong pabrik-pabrik di China menargetkan produksifitas dan mempertahankan kecenderungan memilih bijih bermutu tinggi.

  Harga bijih besi diprediksi terus bergerak ke level lebih tinggi di atas US$80 per ton dalam waktu dekat seiring dengan tingginya  permintaan bahan baku baja berkualitas tinggi. Citigroup Inc, Bank investasi yang berbasis di AS mengatakan bahwa harga bijih besi beranjak menguat di tengah informasi penerapan pembatasan kapasitas baja hingga november  di wilayah industri  Tangshan. Penerapan pembatasan produksi baja berbahan baku bijih besi itu akan berlangsung dari16 Maret hingga 14 November 2018. Selain pengurangan output baja, permintaan bijih besi berkualitas rendah secara langsung terimbas dan berkurang. Kondisi tersebut selanjutnya mendorong kenaikan harga baja kualitas tinggi di pasar global dan memungkinkan menghasilkan bahan jadi serta bahan baku yang lebih mahal, termasuk bijih besi.

  Bijih besi bahkan bisa menjadi komonditas terbaik untuk kuartal kedua jika langkah pengetatan likuiditas terus terjadi, atau jika permintaan baja terbukti jauh lebih lemah dari perkiraan. Namun, Rio Tinto, pada Januari melaporkan kenaikan produksi bijih besi pada kuartal IV/2017 mengekspektasikan adanya output yang lebih tinggi pada kuartal I/2018. ( Bisnis Indonesia Rabu, 28 Februari 2018) Sal-Sekretariat IISIA.

 

 

 

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved