TATALOGAM MENARGETKAN PENJUALAN RANGKA BAJA TUMBUH 20%

Cinque Terre

TATALOGAM MENARGETKAN PENJUALAN RANGKA BAJA TUMBUH 20%

PT Tatalogam Lestari, menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 15%-20% tahun ini, salah satunya dengan menambah ekspansi kapasitas produksi di 2 lokasi.

PT Tatalogam Lestari, produsen genteng metal dan rangka baja menargetkan pertumbuhan  penjualan sebesar 15%-20% tahun ini, salah satunya dengan menambah ekspansi kapasitas produksi di 2 lokasi. Chief Financial Office Tatalogam Lestari Wulani Wihardjono mengatakan, tahun ini akan menambah 2 lokasi pabrik baru yang dibangun yakni di Kudus dan Purwokerto, Jawa Tengah, untuk menambah kapasitas produksi lebih dari 100.000 ton/tahun. Saat ini perusahaan memiliki 5 pabrik terbesar, empat pabrik berlokasi di Cikarang dan 1 di Cibitung. Di luar pabrik besar itu ada pabrik-pabrik kecilyang tersebar di 22 lokasi. Pabrik baru itu, kata dia, akan mendukung produksi Tatalogam sehingga bisa menekan biaya bahan baku. Selain menggenjot kapasitas produksi perusahaan juga berstrategi lain guna mendongkrak penjualan, yakni dengan memindahkan mesin-mesin produksi ke luar daerah. Dengan demikian, biaya transportasi bisa dipangkas dan pasar di daerah kian tergarap.

  Tatalogam saat ini menguasai pasar genteng metal dengan pangsa pasar lebih dari 50%. Penyerapan pasar terbesar berada di wilayah Kalimantan, yakni 35%  Perusahaan pun juga memiliki rencana ke depan untuk menambah pangsa pasar ke wilayah Timur Indonesia. Wulani mengakui upaya pemerintah untuk menggenjot  proyek infrastruktur turut mendorong penjualan perusahaan.  Hal ini karena dengan membaiknya infrastruktur  jalan, akan menggugah minat pembangunan perumahan. Namun dia belum mau mengungkapkan nilai penjualan produk tahun lalu secara keseluruhan. Terkait dengan produk terbarunya, yaitu rumah permanen instan Domus yang dirilis tahun lalu. Wukani mengatakan produksinya masih terbatas, yaitu 200 unit. Tahun ini perusahaan mengharapkan bisa meningkatkan produksi hingga 1.000 unit akan tetapi diperikarakan terealisasi hanya 60%-70%.

  Penjualan sebetulnya bisa lebih banyak. Hanya saja, kami masih kekurangan tenaga kerja. Wulani mengakui penjualan produknya sempat terganggu dengan masuknya produk palsu merek taso. Kasus pemalsuan merek Taso ini selain merugikan kami, konsumen pun dirugikan dan bisa membahayakan mengingat kualitasnya dirsguksn. Ada beberapa modus pemalsuan merek Taso , antara lain merek yang digunakan untuk barang yang sejenis yakni baja ringan kanal C atau mencantumkan nama merek yang mempunyai persamaan  pada pokoknya dengan merek Taso.  Padahal sejatinya baja ringan yang asli, terbuat dari bahan baku Hi Ten 550 dengan tebal lapisan anti karat AZ 100 sesuai spesifikasi SNI. Selain melakukan langkah hukum , Tatalogam akan mengedukasi konsumen tentang produk Taso yang asli, menyelenggarakan pelatihan kepada aplikator dan tenaga pemasang baja ringan. (Bisnis Indonesia Rabu, 21 Februari 2018) Sal-Sekretariat IISIA.

 

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved