PT DEXIN STEEL INDONESIA AKAN MEMPRODUKSI BAJA KARBON 2020

Cinque Terre

PT DEXIN STEEL INDONESIA AKAN MEMPRODUKSI BAJA KARBON 2020

Pembangunan pabrik baja karbon di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah milik PT. Dexin Steel Indonesia mulai berjalan. Pabrik ini nantinya memiliki kapasitas produksisebesar 3,50 juta ton per t

Managing Direktur PT Indonesia Morowali Industrial Park Hamid Mina, mengatakan bahwa saat ini proyek sudah mulai jalan dan telah dilakukan pemancangan setelah persiapan lahan selesai. Memulai sesuai target, yaitu Januari 2018 dan mudah-mudahan bisa selesai akhir 2019. Pembangunan pabrik baja milik PT Dexin Steel Indonesia  tersebut ditargetkan berlangsung 24 bulan sejak pembangunan dimuai sehingga bakal berproduksi sekitar 2020. Produk baja karbon yang diharapkan akan diproduksi di pabrik tersebut antara lain billet, wire rod, slab, dan bar dengan kapasitas masing-masing sesuai dengan permintaan pasar. Rencananya akan produksi pada Januari 2020 ,” ujar Hamid.

Dexin Steel Indonesia merupakan perusahaan patungan antara produsen baja asal China, Delong Holdings, melalui anak usahanya  yakni Delong Steel Singapore Projects, bersama PT Indonesia Morowali Industrial Park, dan Shanghai Decent Investement group. Total investasi pada tahap awal disebutkan sekitar US$950 juta.  Sebesar 70%  dari dana tersebut berasal dari pendanaan bank. Delong Steel Singapore Project akan memiliki saham 45%, Shanghai Decent 43%, dan PT Indonesia Morowali Industrial Park 12%.

Sementara itu, untuk pengembangan  Kawasan Industri Morowali, pengelola masih fokus dengan  proyek yang berjalan saat ini. . Proyek yang baru selesai adalah pembangunan hotel bintang 5. Selain itu pengelola juga tengah membangun bandara yang khusus dengan panjang landas pacu atau runway sepanjang 2.000 meter sehingga mampu didarati oleh pesawat jenis, Cessna Caravan, ATR 72 dan Boing 737. Bandara ini ditargetkan mulai bisa digunakan pada pertengahan tahun ini. Kawasan Industri Morowali merupakan kawasan yang berada di kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Kalimantam Tengah dan dijadikan pusat kegiatan industri feronikel terintegrasi. Baja nirkarat, dan produk hilirnya.

Kawasan dengan luas 3.000 hektare itu telah menyerap investasi senilai US$6 miliar pada November 20017. Tenaga kerja lokal yang terserap lebih dari 16.000 orang dan pada 2021 ditargetkan kawasan ini bisa memperkerjakan 80.000 orang, baik secara langsung  maupun tidak langsung. Sebelumnnya  Menteri Perindustrian Airlangga  Hartarto  menyatakan bahwa Kemenperin fokus menjalankan kebijakan penghiliran industri, salah satunya di sektor logam. ( Bisnis Indonesia Senin, 20 Februari 2018) Sal-Sekretariat IISIA.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved