ASOSIASI BAJA KHAWATIR PERUBAHAN PENGAWASAN IMPOR

Cinque Terre

ASOSIASI BAJA KHAWATIR PERUBAHAN PENGAWASAN IMPOR

Produk baja banyak varian, sehingga perlu kontrol yang baik.

The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) menilai peralihan pengawasan impor baja dari Kementerian Perindustrian kepada Kementerian Perdagangan, membuat ketidakpastian bisnis di industri baja. Perubahan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Besi atau Baja Paduan dan Produk Turunannya. Perpindahan regulator pengawasan baja impor membuat pelaku usaha  sedikit khawatir. Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia atau The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA). Hidayat Triseputro berharap peraturan baru ini mengatur secara teknis lalu lintas yang  masuk ke Indonesia.

Karena baja itu beda dengan komonditas. Produk baja banyak varian dan spesifikasinya, sehingga perlu kontrol yang baik,” ucap Hidayat kepada KONTAN Jum’at (9/2). Apalagi, menurut Hidayat, acap ditemukan importir baja dari China mengalihkan nomor HS  produk baja. Dia mencontohkan, produk baja karbon diberi kandungan alloy sedikit. Dengan demikian, produk ini dicantumkan sebagai baja alloy dengan bea masuk 0%,” jadinya perbedaan  harga bahkan bisa lebih murah 28%-30% ketimbang produksi baja lokal,” ujarnya.

Saat ini Hidayat menyatakan bahwa, banyak pelaku usaha baja mulai dari hulu ke hilir.mempertanyakan implementasi regulasi yang mulai berlaku Februari 2018. Oleh karena itu, kami siap juka di minta menerangkan persoalan teknis ini. Salah satu produsen baja lapis ringan, PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) mengaku pembelian bahan bakunya jadi terlambat akibat peaturan baru mengenai impor baja yang diterbitkan oleh Kemendag.Handaja Susanto, Direktur Utama BAJA mengatakan selama ini perusahaannya berkaitan langsung dengan Perindustrian, dalam hal ini Kemenperin. Aturan ini, kata Handaja, menghambat ketersediaan bahan baku pabrikan baja lapisnya. Sebab dari Januari kami sudah apply ke Kemenperin, sejak ada aturan ini kami ulang lagi ke Kemendag. Dia menambahkan, BAJA juga harus menambah biaya harga bahan baku beruba baja canai dingin atau cold rolled coil ( CRC) karena harganya terus naik. Sulitnya mendapatkan suplay bahan baku dan kenaikan harga menyebabkan produsen hilir seperti BAJA berfikir ulang untuk meningkatkan produksi tahun ini. ( Surat Kabar KONTAN, Sabtu, 10 Februari 2018) Sal- Sekretariat IISIA.

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved