PEMERINTAH BERJANJI AKAN MENGENDALIKAN IMPOR BAJA.

Cinque Terre

PEMERINTAH BERJANJI AKAN MENGENDALIKAN IMPOR BAJA.

KEMENTERIAN PERDAGANGAN HAPUS REKOMENDASI TEKNIS IMPOR

Kementerian Perdagangan menghapus persyaratan rekomendasi teknis dalam berbagai aktifitas impor, termasuk besi atau baja. Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Besi atau Baja, Baja Paduan, dan Produk Turunannya, yang berlaku mulai 1 Februari 2018, tak ada lagi kewajiban meminta rekomendasi dari kementerian teknis, yakni Kementerian Perindustrian.  Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membernarkan bahwa kementerian menghilangkan pernyataan rekomendasi yang tidak perlu. Tujuannya adalah menyederhanakan seluruh perizinan. Ini perintah rapat kordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian,” ujarnya kepada Tempo pekan lalu.

Enggar menyakinkan bahwa masih ada beberapa syarat rekomendasi teknis untuk izin impor yang dipertahankan, misanya dalam pengadaan bahan peledak ,” termasuk hewan, saya bertahan. Tapi kami ditegur dalam rakor. Alasanya, (kebijakan) lantas harus disederhanakan agar industri tidak kesulitan mendapat bahan baku. Ia menyebut telah membabat 21 Permendag dalam rangka menyerderhanakan perizinan. Regulasi baru itu sempat menuai protes. Pekan lalu, Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia ( The Indonesian Iron and Steel Industry Association/IISIA) melayangkan surat ke Kementerian Perdagangan. Industri khawatir kemudahan impor itu akan menyebabkan banjirnya produk impor, yang akan memukul produk dalam negeri.

Tanpa rekomendasi teknis, bagaimana kontrol dan Screening-nya. Siapa yang memastikan bahwa produk yang diimpor benar-benar yang dibutuhkan, yang tidak bisa diproduksi dalam negeri,” kata Direktur Eksekutif IISIA, Hidayat Triseputro, pekan lalu. Menurut Hidayat, saat ini pasar besi dan baja Indonesia telah dibanjiri produk asal China. Salah satu contoh yang membuat industri domestik gregetan, kata Hidayat, datangnya baja pipa komersial biasa yang dipoles sedikit, lantas masuk sebagai baja alloy,’ iji baja abal-abal,”katanya. Ia mengatakan sejumlah produsen baja ASEAN juga memprotes hal ini. Rencananya, mereka mengadakan pertemuan dengan produsen China dalam konferensi yang akan digelar di Xian, China, akhir Maret mendatang.

Hidayat menjelaskan, baja alloy termasuk kelompok produk berkualitas tinggi yang belum bisa diproduksi di dalam negeri. Pemerintah memberikan kemudahan dalam mengimpor jenis baja tersebut, dengan membebaskannya dari bea masuk. Celah inilah yang menurut Hidayat dimanfaatkan oleh ekportir China. Sudah empat tahun terakhir  seperti itu.Makanya kami mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dan mempertimbangkan betul setiap kebijakan impor. Kami pekan lalu, IISIA diterima  Direktur Tertib Niaga Kementerian Perdagangan.Dalam pertemuan itu, kata Hidayat, pemerintah berjanji akan mengendalikan impor baja. Mekanismenya akan disesuaikan dengan semangat Permendag 22/2018. Mekanimesnya sedang di godok. Kita tunggu saja. ( Koran Tempo, 12 Februari 2018) Sal-Sekretariat IISIA.

 

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved