PRODUSEN BAJA TERSANDUNG MASALAH PASAR

Cinque Terre

PRODUSEN BAJA TERSANDUNG MASALAH PASAR

Produsen baja keluhkan proteksionisme aturan impor.

Industri baja dalam negeri masih menghadapi banyak tekanan. Selain harus menghadapi serbuan produk baja impor yang harganya lebih murah, produsen baja lokal kesulitan dalam menjual produk mereka ke pasar ekspor. Hidayat Triseputro, Direktur Eksekutif Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA), mengatakan, untuk meloloskan produk baja impor banyak trik yang dilakukan oleh importir. Salah satunya mengalihkan nomor harmonized system (HS) produk agar lolos dari pengenaan be masuk (BM).Terjepitnya pangsa pasar baja lokal diperparah dengan sikap proteksionisme negara- negara importir. Sikap tersebut dilatarbelakangi kondisi global yang lesu, sehingga banyak negara berlomba-lomba melindungi produk domestik mereka. 

Saat ini memang banyak negara yang proteksionisme, semula mereka memproduksi baja dari China lalu lama-lama mereka akan memproteksi dari negara-negara lain juga,' terang Hidayat kepada KONTAN, Senin (29/1). Sekadar mencotohkan, di Australia dua perusahaan eksportir dalam negeri produk baja , yakni PT  Ispat Panca Putera, PT Putra Baja Deli sempat terjegal karena di tuduh melakukan dumping namun, kebijakan itu urung diterapkan karena Otoritas Anti Dumping Australia menghentikan penyelidikan kedua eksportir steel reinforcing bar (rebar) tersebut. Keputusan tersebut tertera pada Anting Dumping Notice N0. 2018/18 yang terbit di Januari 2018.

 

Di dalam negeri , produsen baja masih sangat menggantungkan penjualan pada proyek-proyek infrastruktur pemerintah yang mencapai 70% dari total produksi. Dari jumlah itu porsi baja lokal hanya mampu menyuplai sebanyak 45%, sedangkan 55% impor. Tahun lalu, utilisasi pabrik baja nasional rata-rata masih di sekitar 60%. Namun, berlanjutnya proyek infrastruktur pemerintah, utilisasi pabrik baja tahun ini bisa meningkat menjadi 80%. Penurunan produksi di Tiongkok dinilai positif oleh produsen baja lokal. Purwono Widodo, Direktur Pemasaran  PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, mengatakan, melandainya produksi baja dari China akan mengurangi jumlah impor. Namun, harga baja diprediksi akan meningkat. (KONTAN Selasa, 30 Januari 2018) Sal-Secretariat IISIA.   

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved