GUNUNG STEEL GROUP PERKUAT FASILITAS BLAST FURNACE

Cinque Terre

GUNUNG STEEL GROUP PERKUAT FASILITAS BLAST FURNACE

Gunung Steel Group fokus mengembangkan fasilitas blast furnace baru untuk meningkatkan efisien , kapasitas, produksi, dan daya saing.

Gunung Steel Group fokus mengembangkan fasilitas blast furnace  baru untuk meningkatkan efisien , kapasitas, produksi, dan daya saing. Kodrat Satriawan, Customer Relations PT Gunung Garuda, mengatakan fasilitas blast furnace atau pengolahan biji besi tersebut akan menambah kapasitas produksi sebesar 700.000 ton hingga 1,2 juta ton per tahun.Dalam pengembangan fasilitas ini, Gunung Steel Group menggandeng perusahaan asal Jerman SMS Siemag. Industri baja itu erat dengan teknologi, kalau tidak ada pengembangan, bisa habis, apalagi kami sudah sejak 90-an," pekan lalu. Kodrat menuturkan pihaknya mau berinvestasi untuk blast furnace karena melihat konsumsi baja per kapita di Indonesia yang masih rendah dan peningkatan terus meningkat. Selain itu, dengan teknologi ini, maka perusahaan akan lebih hemat, terutama dalam penggunaan energi.

Blast furnace ini kan pakai energi sendiri, pemanasan pakai tanur tinggi, sehingga (konsumsi gas dan listrik lebih kecil. Saat ini, Gunung Steel Group telah memulai kontruksi pembangunan fasilitas blast furnace di Cikarang dan ditargetkan nulai beroperasi pada tahun depan. Selain pembangunan blast furnace Gunung Steel Group  telah menandatangani kerja sama dengan PLN untuk menambah kapasitas  listrik dari 200 megawatt menjadi 415 megawatt untuk mendukung operasi blast furnace. saat ini, kapasitas produksi dari Gunung Garuda sebesar 900.000 ton dan Gunung Raja Paksi sebesar 1,2 juta ton. Ke depan Gunung Steel Group juga akan mengembangkan teknologi untuk memproduksi varian produk baja dengan ukuran yang lebih kecil.

Gunung Steel Group juga telah memiliki electrik are furnace untuk memproduksi slab yang mulai beroperasi pada bulan Februari 2017. Terkait dengan rencana kerja sama dengan perusahaan asal China, yaitu Shenwu Technology Group untuk membangun klaster  baja di Batu Licin. Kodrat menyatakan saat ini Gunung Steel Group memprioritaskan terlebih dahulu pengembangan blast furnace supaya daya saing produk perusahaan meningkat. Untuk tahun ini Gunung Steel Group memperkirakan bisnis baja  perusahaan akan tumbuh 1% hingga 2% di atas proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional, pihaknya tetap optimis dengan bisnis baja per kapita di Indonesia masih rendah. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, Gunung Steel Group juga mengekspor baja ke beberapa negara, sperti Australia, Selandia Baru, Myanmar dan Bangladesh. (Bisnis Indonesia Senin 29 Januari 2017) Sal-Sekretariat IISIA. 

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved