PABRIKAN BAJA SAMBUT BAIK PERPANJANGAN BEA MASUK

Cinque Terre

PABRIKAN BAJA SAMBUT BAIK PERPANJANGAN BEA MASUK

Pabrikan baja bernapas lega dengan keputusan perpanjangan bea masuk untuk baja impor, tameng produk lokal dari produk asing.

Pabrikan baja bernapas lega dengan keputusan perpanjangan bea masuk untuk baja impor, tameng produk lokal dari produk asing. Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Besi dan Baja (The Indonesian Iron and Steel Industry Association/IISIA) Hidayat Triseputro mengatakan kebijakan Menteri Keuangan yang menurunkan bea masuk dapat diterima oleh industri. Ini karena industri baja di dalam negeri masih membutuhkan perlindungan. (Penurunan bea masuk) masih wajar. Pengamanan tersebut masih diperlukan mengingat masih adanya praktek tax rebate melalui pengalihan nomor HS dan pratek unfair trade lainnya," kata Hidayat, Rabu (24/1). Dia mengatakan bea masuk sebesar rat-rata 17% masih tetap memberikan perlindungan bagi produk baja lokal. Apalagi, pengenaan bea masuk ini diiringi dengan pengawasan ketat praktek dagang tidak fajar, kontrol impor yang baik hingga penegakan hukum. Kalau ini dilakukan industri bisa diharapkan tetap tumbuh,'katanya.

Untuk 2018 Hidayat memperkirakan industri baja tetap tumbuh paling sekitar 75. Ini ditunjang membaiknya permintaan baja di dalam negeri. Seperti diketahui, pemerintah memperpanjang pengenaan bea masuk produk baja. Kebijakan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 2/PMK.010/2018 Tentang Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan terhadap Impor Produk I dan H Section dari Baja Paduan Lainnya. Beleid ini berlaku mulai 21 Januari 2018 hingga 3 tahun mendatang. Dalam aturan baru yang diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, otoritas mempertimbangkan hasil penyelidikan Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) yang menyatakan adanya ancaman kerugian serius bagi industri dalam negeri. Adapun, detail pengenaan bea masuk tindakan pengamanan terhadap impor produk I dan H section dari baja paduan lainnya itu yakni pada tahun pertama menjadi 17,75% terhadap nilai impor, turun dari aturan sebelumnya 26%. Selanjutnya pada tahun kedua menjadi 17,50% terhadap nilai impor, turun dari aturan  sebelumnya 22%. Pada tahun ketiga menjadi 17,25% terhadap nilai impor, turun dari aturan sebelumnya 18%.

Produk baja I dan H section terdiri dari baja dalam rentang tinggi 100 milimeter hingga 600 milimeter. Rinciannya I section memiliki tinggi atau lebar 100 milimeter (mm) sampai dengan 600 mm dan H section dengan tinggi 100 mmsampai dengan 350 mm. Pada kesempatan terpisah, Krakatau Steel berharap peningkatan permintaan baja  di dalam negeri dan program sinergi dengan PT Industri Kreta Api (INKA)(Persero) dalam proyek kereta ringan dapat meningkatkan penjualan hingga 40%. Pada 2016, kebutuhan baja dalam negeri mencapai 12,7 juta ton. Peningkatan kebutuhan diperkirakan mencapai 1 juta ton per tahun.Corporate Secretary PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Suriadi Arif mengatakan terjadi lonjakan permintaan baja dalam beberapa waktu terakhir. Perseroan berencana meningkatkan volume penjualan sebesar 40% menjadi 2,8 juta ton pada 2018. Demand-nya memang meningkat dan harga semakin bagus, jadi tinggal merealisasikan saja. (Bisnis Indonesia Kamis, 25 Januari 2018) Sal-Sekretariat IISIA.

 

 

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved