ISSP BERHARAP HARGA BAJA TAK NAIK LAGI

Cinque Terre

ISSP BERHARAP HARGA BAJA TAK NAIK LAGI

Penjualan pipa baja ISSP mengandalkan pasar lokal

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) optimis bisnis pipa baja di tahun ini. Emiten berkode saham ISSP di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini melihat, permintaan pipa baja dari sektor infrastruktur dan manufaktur masih akan meningkat. Johannes Edwar, hubungan Investor Rela Steel Pipe Industry of Indonesia mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan pendapatan bersih dan penjualan pipa baja bertumbuh. Tahun ini kami menargetkan bisa tumbuh 20% ujar Johannes kepada KONTAN Selasa (23/1). Meski enggan merinci lebih detail, Johannes bilang kinerja Steel Pipe Industry of Indonesia di tahun 2017 stagnan. Kondisi ini disebabkan karena harga bahan baku  yang melambung, serta ketersediaan terbatas.

Perlu diketahui, kenaikan harga bahan baku yang terlalu cepat akan mempengaruhu margin Steel Pipe Industry of Indonesia. Oleh karena itu Johannes berharap, tahun ini harga bahan baku utama untuk memproduksi pipa yakni baja stabil atau tidak naik terlalu signifikan. Namun, di awal tahun ini Steel Pipe Industry of Indonesia, oleh sebab itu Johaness berharap bahan baku utama untuk bahan baku utama untuk memproduksi pipa yakni baja stabil, atau tidak naik signifikan. Namun di awal tahun ini Steel Pipe Industry of Indonesia menelan pil pahit pasalnya, Januari ini kenaikan harga bahan baku sudah mencapai 10% Oleh karena itu perusahaan bakal harus mencari strategi dengan memprioritaskan ketersediaan bahan baku domestik. 

Tahun 2018 pembelihan bahan baku dari lokal bakal ditingkatkan hingga 45% dari porsi biasanya. Sekadar informasi, tahun 2017 komposisi pnyediaan bahan baku baja mayoritas atau sekitar 60% bahan baku Steel Pipe Industry of Indonesia berasal dari impor, sedangkan sisanya 40% dari dalam negeri. Hingga saat ini, penjualan pipa baja Steel Pipe Industry of Indonesia mengandalkan pasar dalam negeri dengan porsi 85%. Sedangkan sisanya ekspor ke beberapa negara. Tahun ini, target ekspor bertambah sebanyak 1% sampai 2% pasca memperoleh sertifikasi underwriters laboratory dari Amerika Serikat. Tahun ini, Steel Pipe Industry of Indonesia tidak terlalu tinggi mematok utilisasi pabrik , yakni di kisaran 60% dari kapasitas terpasang 600.000 ton per tahun. Saat ini Steel Pipe Industry of Indonesia diketahui memiliki sembilan pabrik dengan 31 lini produksi di Indonesia. (KONTAN Rabu, 24 Januari 2018) .Sal-Sekretariat IISIA)

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved