PRODUK BAJA CHINA TERUS MENGANCAM

Cinque Terre

PRODUK BAJA CHINA TERUS MENGANCAM

Pabrikator baja dalam negeri masih sulit bersaing dengan pabrikan China yang memasarkan produk dengan harga miring.

Pabrikator baja dalam negeri masih sulit bersaing dengan pabrikan China yang memasarkan produk dengan harga miring. Ketua Umum Asosiasi Pabrikator Baja Indonesia (APBINDO) Agus Budhiarto mengatakan dengan gencarnya pembangunan proyek infrastruktur pemerintah, peluang pabrikator baja nasional terbuka lebar. Namun, pada kenyataannyapabrikan dalam negeri menghadapi kendala untuk bersaing dengan produk impor. Banyak barang impor yang masuk baik material impor maupun barang jadi impor. Kami sulit bersaing dengan produk impor,"ujarnya kepada Bisnis (21/22). Agus menyebutkan barang jadi yang banyak diimpor dari China masuk dengan bea masuk yang rendah dan dipasarkan dengan harga yang murah. Selisih harga material baja dengan produk barang jadi impor sangat tipis. Padahal untuk mengolah material baja menjadi barang jadi produsen dalam negeri mengeluarkan biaya tidak sedikit.

 

Dia mencotohkan untuk menghasilkan barang jadi, seperti tower listrik, pabrikan harus mengeluarkan biaya untuk membeli baut, melapisi baja siku dengan lapisan anti karat atau galvanized, dan membayar upah tenaga kerja. Kami beli material baja misal harganya 9.000, sedangkan barang jadi impor 11.000, selisih hanya 2.000. Untuk mengubah material baja menjadi barang jadi, kami harus mengeluarkan biaya ekstra, seperti tenaga kerja 2.000, galvanized 4.000, jadinya harga produk jadi kami lebih mahal," jelas Agus. Untuk mendorong pertumbuhan industri turunan baja dalam negeri. Apindo pada tahun depan berencana untuk mengusulkan proteksi bagi produk domestik ke Kementerian Perindustrian. Asosiasi juga berharap agar penerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) benar-benar diawasi. Apindo adalah asosiasi yang baru terbentuk pada 12 Desember 2017 dan beranggotakan produsen berbagai barang berbahan baku baja. ( Bisnis Indonesia, Jum'at, 22 Desember 2017) Sal-Sekretariat IISIA.

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved