PABRIKAN BAJA OPTIMALKAN LIMBAH SLAG

Cinque Terre

PABRIKAN BAJA OPTIMALKAN LIMBAH SLAG

Pabrikan baja mengoptimalkan penggunaan jutaan ton limbah slag selepas penerbitan standar nasional Indonesia untuk material ini.

Pabrikan baja mengoptimalkan penggunaan jutaan ton limbah slag selepas penerbitan standar nasional Indonesia untuk material ini. Wakil Ketua The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) Ismail Mandry menjelaskan slag selama ini masuk dalam kategori limbah B3 ( Bahan Berbahaya Bearun ). Namun, setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan asosiasi baja, akademisi melakukan penelitian bersama dalam beberapa tahun terakhir ini, slag akhirnya memiliki SNI. Sebetulnya bukan melihat potensinya tetapi memang selama ini slag menjadi masalah karena dianggap sebagai limbah B3. Nah kalau setiap tahun menghasilkan slag, lalu mau diapakan slag ini kalau bukan dioptimalkan dicarikan solusi," jelasnya saa Sosialisasi Limbah B3 Jadi Agregat kualitas SNI. Kamis (21/12).

Di kawasan Cilegon Jawa Barat terdapat sejumlah perusahaan besi baja yang menghasilkan slag mencapai 1,4 juta ton per tahun. Adapun di Jawa Timur slag mencapai 600.000 ton per tahun. Sejak industri besi baja mulai tumbuh tumbuh pada 1973-an, slag hanya berhenti sebagai limbah B3, padahal di luar negeri seperti Korea dan Jepang, slag itu sudah digunakan untuk pembangunan jalan raya. Lahirnya SNI 8378:2017 (spesifikasi lapis fondasi bawah) iniakan menggerakkan industri besi baja di Indonesia. Peleburan baja terbanyak di Jatim, disusul Jakarta, Banten, lalu Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

Amshor, Kepala Sub Direktori Pengumpulan dan pemanfaatan Limbah B3 Direktorat Verifikasi Pengolahan Limbah B3 dan Limbah Non B3, Dirjen Pe3ngolahan Sampah, Limbah dan B3 KLHK menjelaskan SNI slag ini baru dikeluarkan tahun ini dan sedang dalam sosialisasi ke pengusaha baja., kontraktor dan kepolisian. SNI akan memberikan kesempatan industri baja untuk bisa memanfaatkan slag sebagai agregat sesuai SNI. Nah untuk menggunakan limbah slag menjadi material, perusahaan harus mengajukan ijin kepada KLHK. Menurut Amshor, penggunaan slag sebagai agregat bahan pembangunan jalan setidaknya bisa menggantikan material awal seperti batu alam yang semakin lama habis karena ditambang. Hingga sekarang baru satu industri yang sudah mengajukan izin pengolahan slag yakni Krakatau Posco, Harapannya industri lain mengikuti. ( Bisnis Indonesia, Jum'at, 22 Desember 2017) Sal-Sekretariat IISIA

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved