PERTUMBUHAN BAJA LAPIS BAKAL MENCAPAI 10%

Cinque Terre

PERTUMBUHAN BAJA LAPIS BAKAL MENCAPAI 10%

Asosiasi Baja memproyeksikan pertumbuhan industri baja aluminium seng pada tahun depan berkisar di angka 10%

Asosiasi Baja memproyeksikan pertumbuhan industri baja aluminium seng pada tahun depan berkisar di angka 10%. Masih lesunya sektor properti menjadi faktor kurang bergairahnya permintaan dalam negeri. Ketua Klaster Baja Lapis Aluminium Seng Asosiasi Industri Besi dan baja Indonesia (The Indonesian Iron & Steel Industry Association/IISIA) Henry Setiawan mengatakan dengan sektor properti yang tertekan, para produsen baja lapis lebih mengandalkan permintaan dari proyek peremajaan dan perbaikan rumah dibandingkan dengan proyek pembangunan rumah baru. Proyeksi pertumbuhan tidak terlalu tinggi untuk 2018 tetapi dengan populasi Indonesia yang sangat besar, permintaan tetap ada walaupun kecil, " ujarnya kepada Bisnis Minggu (17/12). Hingga akhir tahun ini, permintaan baja lapis dalam negeri diperkirakan Henry sekitar 1,2 juta ton. Berdasarkan data IISIA, kapasitas produksi baja lapis aluminium seng (BjLAS) dalam negeri sebesar 850.000 ton per tahun dari tiga produsen, yaitu PT NS BlueScope Indonesia, PT Sunrise Steel, PT Saranacentral Bajatama

 

Sisa kebutuhan yang belum dapat dipenuhi produsen dalam negeri dipenuhi dengan produk impor. Henry melanjutkanuntuk mendukung program pembangunan pemerintah, terutama program penyediaan perumahan, produsen baja lapis dalam negeri berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Sunrise Steel misalnya, akan mengoperasikan lini produksi keduanya pada pertengahan tahun depan. Peseroan sebelumnya telah memiliki satu lini produksi dengan kapasitas terpasang sebesar 260.000 per tahun dan akan meningkat menjadi 400.000 per tahun, atau kapasitas terbesar di Indonesia, dengan lini produksi baru. Saranacentral juga sedang memodifikasi mesin baja lapis aluminium seng yang selesai akhir tahun ini. Dengan modifikasi mesin tersebut kecepatan produksi akan meningkat menjadi 7.000 ton hingga 9.000 ton per tahun. Lebih jauh terkait dengan rencana pengenaan bea masuk antidumping terhadap produk baja lapis aluminium seng warna impor asal China dan Vietnam. Henry menjelaskan tujuan petisi adalah penyelarasan atau harmonisasi harga antara prooduk dalam negeri dengan produk impor. (Bisnis Indonesia, Senin, 18 Desember 2017) Sal-Sekretariat IISIA 

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved