WORKSHOP SUPPLY dan DEMAND

Cinque Terre

WORKSHOP SUPPLY dan DEMAND

Penggunaan Material Baja, Pipa, dan Fasilitas Pabrikasi Dalam Negeri untuk Kegiatan Pembangunan Kapal dan Konstruksi di Hulu Migas

Dalam rangka optimalisasi penggunaan barang dalam negeri khususnya material baja, pipa danfasilitas pabrikasi untuk menunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) menyelenggarakan Workshop Supply dan Demand Penggunaan Penggunaan Material Baja, Pipa, dan Fasilitas Pabrikasi Dalam Negeri untuk Kegiatan Pembangunan Kapal dan Konstruksi di Hulu Migas. Kegiatan yang didukung penuh oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) inidilaksanakan pada tanggal 29-30 November 2017 di Batam dan acara ini dibuka oleh Bapak Hardiman Utomo selaku ketua cluster pipe product IISIA.

 

Workshop Supply & Demand ini merupakan pengejawantahan dari semangat PTK007 Buku KeduaRevisi 04 tahun 2017 yang diterbitkan oleh SKK Migas, dimana barang/jasa dalam negeri yang tercantum di dalam Buku APDN yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM, Daftar Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri yang diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian, sertaApproved Manufacturer List (AML) yang ditetapkan SKK Migas, menjadi suatu kewajiban untuk digunakan oleh KKKS, Kontraktor, maupun Subkontraktor. 

Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi menyatakan bahwa SKK Migas akan mendukung segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan penggunaan produk dalam negeri serta hal-hal yang dapat menciptakan efiensi dalam proses pengadaan. “Workshop ini bertujuan untuk mempertemukan kalangan supply yaitu produsen pipa dan baja pabrikan dalam negeri dengan kalangan demand yaitu KKKS, galangan kapal, fabrikator, EPC Contractor, dan FEED Contractor di kegiatan usaha hulu migas, sehingga tercipta sinergisitas dan keterbukaan para pelaku usaha di dalam negeri. Sinergi yang dijalin mengusung konsep strategic alliance ini akan dituangkan lebih lanjut dalam bentuk Nota Kesepahaman antara SKK Migas dan IISIA” tambah Erwin di Batam, Kamis (30/11/2017).

Selain berdiskusi mengenai proyeksi beberapa proyek besar kedepan di kegiatan usaha hulu migas yang disampaikan oleh beberapa KKKS, kegiatan workshop selama dua hari ini juga diisi denganfactory visit kepada anggota IISIA yaitu PT DSAW sebagai produsen pipa berdiameter besar untuk melihat langsung proses produksi, sehingga dapat memberikan wawasan dan pemahaman bagi para pengguna terhadap kemampuan salah satu industri pipa dalam negeri.

 

Kami mengapresiasi atas dukungan SKK Migas sehingga workshop ini dapat terealisasi, hal ini sangat penting bagi kami sebagai salah satu technical collaboration antar pelaku industri dalam rangka menyiapkan kemampuan dalam menghadapi proyek-proyek hulu migas kedepan agar penggunaan produk dalam negeri lebih optimal, IISIA sangat mengharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkala di waktu yang akan datang. IISIA juga siap mendukung salah satugoal SKK Migas untuk pengadaan yang lebih efektif dan efisien.” ungkap Ketua Cluster Flat Product IISIA, Purwono Widodo yang juga sebagai Marketing Director PT Krakatau Steel (Persero), Tbk.

Acara workshop ini juga diikuti oleh Kementerian Perindustrian, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, dan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam). Immanuel T Hamonangan dari Kementerian Perindustrian menyampaikan bahwa sangat mendukung kegiatan ini, karena kunci penting dalam peningkatan investasi dalam negeri adalah peningkatan penggunaan produk dalam negeri serta harus adanya sinkronisasi supply dan demand. Dalam upaya mendorong industri baja dan pipa dalam negeri agar dapat menghadapi kompetisi global khususnya di kawasan perdagangan bebas (Free Trade Area) seperti Batam, mengingat dari proyeksi proyek-proyek kedapan sangat besar kemungkinan fasilitas produksi KKKS akan dibangun di kawasan Batam,Miftahudin dari Badan Kebijakan Fiskal menyampaikan dukungannya apabila SKK Migas dan IISIA menyampaikan usulan untuk menyempurnakan kebijakan baik dari sisi tariff maupun non-tariff, perlu dilakukan pembahasan lebih intensif atas inisiatif yang akan dibuat. Pihak BP Batam pun akan mendukung penuh atas kebijakan yang akan dibuat khususnya menyangkut kawasan perdagangan bebas untuk mendukung penggunaan produk dalam negeri.

 

Di akhir kegiatan Erwin juga mengingatkan kepada pelaku industri bahwa kunci keberhasilan dari penggunaan produk dalam negeri adalah kualitas dan competitiveness, sehingga SKK Migas mendorong para produsen dalam negeri terus meningkatkan kemampuan dan mencari bentuk efektivitas dan efisiensi proses produksi sehingga tercipta efektivitas dan efisiensi yang menyeluruh di industri hulu migas. Kedepan akan dilakukan kolaborasi yang sama seperti yang dilakukan saat ini untuk komoditas lainnya, seperti dengan galangan kapal dan barang/jasa pendukung untuk proyek konstruksi.

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved