GUNUNG GARUDA MENJALIN KERJA SAMA DENGAN INVESTOR CHINA

Cinque Terre

GUNUNG GARUDA MENJALIN KERJA SAMA DENGAN INVESTOR CHINA

Gunung Garuda akan menjalin kolaborasi dengan perusahaan asal China

PT Gunung Garuda (Gunung Steel Group) akan menandatangani nota kesepahaman dengan pabrikan asal China untuk memproduksi baja karbon. Menteri Perindustrian Airlangga Hartato menyampaikan Gunung Garuda akan menjalin kolaborasi dengan perusahaan asal China pada Sabtu pekan ini. Dalam MoU tersebut tentuang mengenai kerja sama antara Gunung Garuda dan perusahaan asal China tersebut untuk memproduksi sebanyak 3 juta ton baja karbon di Kawasan Industri Jorong, Kalimantan Selatan.

Kawasan Industri Jorong bersama dengan Cilegon dan Morowali centra baja karbon di Tanah Air pada masa mendatang,” kata Airlangga, Rabu,(29/11). Pengembangan industri berbasis  baja akan terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan nasional. Hal ini bertujuan untuk memperkuat produksi di sektor hulu sehingga tidak bergantung pada impor. Selain itu, pertumbuhan investasi di sektor baja akan mendukung program pemerintah mengenai hilirisasi.

 

  Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang mendorong industri untuk menggenjot produksi baja hingga 10 juta ton per tahun di klaster Cilegon hingga 2025. Selain itu, Kemenperin juga mendukung upaya penyelesaian pabrik baja karbon di Kawasan Industri Morowali pada 2020 dengan kapasitas 3,5 juta ton per tahun. Di hubungi secara terpisah, Wishnu Soehardjo, Direktur Utama PT Jorong Port Development (JPD), menyampaikan belum mengetahui secara deatail mengenai MoU yang akan di jalin antara Gunung Garuda dengan pabrikan asal China di Kawasan Industri Jorong. Dia membernarkan jika ada  perusahaan China yang sejak lama berminat untuk berinvestasi di Jorong, tetapi sampai saat ini belum terealisasi,” Kami masih menunggu kejelasan isi MoU tersebut,” kata Wisnu kepada Bisnis (29/11). Kawasan Industri Jorong akan mempersiapkan total lahan seluas 1,200 hektar. Adapun dari jumlah lahan tersebut, sebanyak 200 hektar akan digunakan sebagaipelabuhan dan 1.000 hektar untuk lahan idustri. ( Bisnis Indonesia Kamis, 30 November 2017 ) Sal-Sekretariat IISIA.

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved