PELAKU USAHA SAMBUT BAIK PERPANJANGAN BMTP

Cinque Terre

PELAKU USAHA SAMBUT BAIK PERPANJANGAN BMTP

Keputusan pemerintah memperpanjang bea masuk tindakan pengamanan untuk produk impor canai lantaian dari besi atau baja bukan paduan disambut baik oleh pelaku usaha.

Direktur Eksekutif Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Hidayat Triseputro menyambut baik perpanjangan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) produk impor  canai lantaian dari besi atau baja bukan paduan yang masa berlakunya telah habis pada Juli 2017.  Sejauh perpanjangan tersebut dimaksudkan  untuk mengoptimalkan  pemaikan produk dalam negeri, harus kita sambut  dengan baik,’ ujarnya kepada Bisnis (1/10). Hidayat menyatakan saat ini kepentingan utama adalah bagaimana menjaga keseimbangan pasokan dari huluhingga hilir. Oleh karena itu, saat ini masih sangat dibutuhkan peran aktif dari pemerintah. Peranan pemerintah untuk menjaga keseimbangan supplai ( ekspor maupun impor) masih sangat diperlukan.

  Sementara itu, Ketua Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia ( KPPI) Kementerian Perdagangan Mardjoko  mengatakan  pemerintah telah memutuskan  perpanjangan pengenaan BMTP atas impor barang  produk canai lantaian dari besi atau baja bukan paduan. Adapun  komoditas  tersebut masuk ke dalam kode  HS 7210.61.11.00. Perpanjangan ini untuk mencegah  atau memulihkan kembali terjadinya   ancaman kerugian  serius, serta memberikan  kesempatan untuk melanjutkan  pelaksanaan penyesuaian  Struktural agar dapat bersaing dengan barang impor,’ ujarnya. Dia mengatakan Menteri Keuangan telah menetapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 130/PMK.010/2017 tentang pengenaan BMTP Terhadap Impor Produk Canai Lantaian dari Besi atau Baja Bukan Paduan pada September 2017.

  BMTP dikenakan untuk impor produk  dengan kode HS 72100.61.11.00. Jenis itu merupakan baja yang memiliki lebar 600 mm atau lebih disepuh atau dilapisi dengan paduan aluminium seng, mengandung karbon kurang dari 0,6% menurut beratnya, dan ketebalan sampai dengan 0,7 mm. Tarif masuk yang dikenakan untuk produk kode HS 7210.61.11.00 pada tahun pertama, 3 Oktober 2017-2 Oktober 2018 sebesar Rp. 2,89 per ton. Adapun periode kedua , pada 3 Oktober 2018-2 Oktober 2019 sebesar Rp.2,18 juta per ton. Penetapan BMTP produk impor canai lantaian dari besi atau baja  bukan paduan sebelumnya diatur melalui PMK N0. 137.1/2014 yang disahkan pada 7 Juli 2014. Beleid tersebut berlaku  hingga 3 tahun dan berakhir pada Juli 2017.

  Badan Pusat Statistik (BPS)  mencatat volume  impor produk canai lantaian dari besi  dengan HS 7210.61.11.00 sempat mengalamin penurunan  dari 2014 hingga 2015. Total nilai yang dibukukan pada 2014 adalah sebesar  224,952 ton yang turun  dratis pada tahun berikutnya menjadi 84,995 ton. Namun, volume impor  kembali mengalami kenaikan pada 2016. Total produk canai  lantaian dari besi yang masuk  ke Indonesia pada periode tersebut adalah 119,995 ton. Pengenaan BMTP dimulai dari laporan PT NS BlueScope Indonesia dan PT Sumber Steel  Indonesia dan PT Sunrice Steel yang meminta penyelidikan  tindakan pengamanan  perdagangan atas lonjakan impor barang produk  canai lantaian dari besi atau baja bukan paduan pada 2012. Selain  itu, harga jual komonditas produk itu  di pasar domestik lebih rendah jika dibandingkan dengan total biaya operasional produk Indonesia. ( Bisnis Indonesia, 2 Oktober 2017 ) Sal Sekretarias  IISIA.

 

 

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved