PABRIK BAJA GALVANIS MULAI PRODUKSI

Cinque Terre

PABRIK BAJA GALVANIS MULAI PRODUKSI

PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) mulai mengoperasikan pabrik baja galvanis di Cilegon.

PT Krakatau Nippon Steel  Sumikin (KNSS) memulai mengoperasikan pabrik baja galvanis di Cilegon. Pabrik tersebut  masih memasuki tahap uji coba produksi hingga akhir tahun. Pabrik KNSS sudah commissioning mulai testing produksi, nanti diresmikan Menperin untuk mulai operasi secara komersial April tahun depan,” ujar Direktur Jenderal Industri  Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta, Rabu (20/9).

  Pembangunan pabrik itu berlangsung sejak pertengahan  2015 dengan menelan investasi  senilai US$200 juta. Pabrik baru tersebut  bakal mengolah pasokan colled rolled coil buatan Krakatau Steel  menjadi baja galvanis untuk memenuhi permintaan pabrikan otomotif. Kapasitas produksi pabrik tersebut mencapai 500.000 ton per tahun. Pabrik KNSS Cuma fokus membuat  produk  downscream.  Galvanised  steel itu umumnya dipakai sektor otomotif karena setelah di-pres sulit pecah dan catnya enggak mudah  ngeletek ,’ Uajarnya.

   Pemasaran baja galvanis hasil produksi KNSS nantinya akan diprioritaskan untuk memenuhi permitaan baja pabrikan otomotif asal Jepang yang peroperasi di Indonesia,”  Car Manucfaturer asal Jepang kebanyakan  bukan baja komersial seperti long product tapi memang  butuhnya baja galvanis,” ujarnya. PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) merupakan  usaha joint venture antara produsen baja pelat merah, Krakatau Steel dengan produsen baja asal Jepang , Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation .

Permintaan baja nasional  terus meningkat dengan proyeksi  kebutuhan melebihi 21 juta ton pada 2025 . Sebagai gambaran, permintaan nasional terhadap produk baja pada 2016 lalu sebanyak 12,7 jjuta ton. Hanya saja, produsen baja lokal hanya mampu  memenuhi kbutuhan  sebanyak 6,8 juta ton lantaran maraknya produk impor dengan harga lebih murah. Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia Hidayat Triseputro menyatakan produsen baja lokal  semakin tertekan dengan produk impor dalam 5 tahun terakhir karena produsen baja China kerap melakukan pratik unfair trade terhadap negara-negara  di Asean. ( Bisnis Indonesia Jum’at, 22 September 2017 ) Sal-Sekretariat IISIA

 

 

© 2016 The Indonesian Iron & Steel Association | All rights reserved